Apa Saja Tanda-Tanda dan Gejala Pneumonia?

Gejala pneumonia dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain. Kondisi mereka bisa ringan hingga berat, tergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti jenis kuman yang menyebabkan infeksi, usia, dan kondisi kesehatan di daerah tempat tinggal.

Tanda dan Gejala PneumoniaSering kali, gejala-gejala pneumonia persis seperti orang yang terkena pilek atau flu, tapi pada pneumonia gejala tersebut akan bertahan lebih lama. Penyakit ini  dapat berkembang secara perlahan, selama beberapa hari, atau muncul secara mendadak, gejala akan muncul setelah lebih dari 24 sampai 48 jam pasca terkena oganisme penyebab pneumonia. Beberapa tanda-tanda yang paling umum dari pneumonia diantaranya:

  • Demam, menggigil, dan berkeringat
  • Menderita batuk dengan dahak kehijauan/kekuningan atau tanpa dahak.
  • Mengalami mengi
  • Sesak napas (biasanya terjadi ketika kamu melakukan aktivitas berat)
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Denyut jantung yang cepat
  • Merasakan nyeri dada menusuk, ketika kamu batuk atau bernapas dalam-dalam

Gejala pneumonia bakteri dan virus mungkin berbeda

Terdapat perbedaan spesifik dalam gejala yang kamu miliki, tergantung penyebab dari pneumonia, apakah itu disebabkan virus atau bakteri.

Pneumonia bakteri

Jika pneumonia mu berasam dari bakteri, mungkin suhu tubuh akan naik hingga 105 derajat fahrenheit, dan mungkin juga tubuh kamu akan berkeringat, bernapas cepat, serta peningkatan denyut nadi. Mungkin juga bibir dan bantalan kuku kamu muncul warna kebiruan, karena kekurangan oksigen dalam darah, dan kamu mungkin akan merasa mengigau atau kebingungan.

Pneumonia virus

Di sisi lain, gejala pneumonia virus mungkin seperti flu, misalnya demam, batuk kering, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Setelah lebih dari 12 hingga 36 jam, sesak napas akan meningkat, dan batuk akan semakin parah, atau mungkin juga dengan dahak. Bibir juga bisa berubah kebiruan.

Gejala Pneumonia pada Anak dan Lansia

Pneumonia ini mungkin bisa sangat berbahaya untuk bayi atau anak-anak, karena kadang mereka tidak menunjukan tanda-tanda terkena infeksi. Gejala lain dari pneumonia pada anak-anak dan lansia meliputi muntah, demam dan batuk, gelisah, dan kelelahan. Bayi dengan pneumonia juga bisa memiliki rasa lesu, menangis lebih lama dari biasanya, mudah marah atau gelisah, selera makanan menurun.

Pada anak-anak

Namun, jika kamu melihat bayi mu bernapas dengan lubang hidung melebar atau otot tulang rusuknya bekerja keras lebih dari biasanya, mungkin ia memerlukan penanganan medis segera. Tanda tersebut bisa menandakan gejala pneumonia berat yang bisa membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani.

Pada lansia

Adapun untuk lansia, tanda-tandanya sama, tapi bisa disertai dengan kebingungan, mengigau, dan perubahan kesadaran mendadak. Mereka mungkin memiliki suhu tubuh lebih rendah dari pada penderita pneumonia pada umumnya atau gejalanya lebih ringan. Tapi hal ini tidak berarti dianggap enteng–faktanya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab umum kematian pada lansia, karena usia tua cenderung akan memperparah penyakit lainnya.

Sama seperti pada anak-anak, pneumonia juga bisa sangat mengancam kehidupan pada manula  dan orang dengan masalah jantung atau paru-paru kronis. Jadi jika gejala-gejala tersebut dirasakan, segera konsultasikan dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *